BAGAIMANA SEHARUSNYA MENGAMALKAN ALQUR’AN DAN SUNNAH ROSUL

BAGAIMANA SEHARUSNYA MENGAMALKAN ALQUR’AN DAN SUNNAH ROSUL ( HADIST ) ?

                 Didalam Alqur’an telah dijelaskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia dengan tujuan utamanya yaitu mengabdikan dirinya sebagai hamba Allah Q.Al Zariyat 56 Dan Aku Allah tidaklah menciptakan  jin dan manusia kecuali untuk mengabdikan dirinya (beribadah) kepadaKu( Allah) dan ayat lain lagi yaitu Q.S. Ali Imron ayat 85 Barang siapa yang  mencari /menetapi agama selain  islam maka agamanya/amalannya tidak diterima dan orang tersebut dihari akhirat termasuk orang yang merugi (dipastikan masuk neraka) dan juga didalam ayat lain disebutkan “ segolongan umat dimasukkan dalam sorga dan segolongan lainnya dimasukkan dalam neraka” Q.Asy Syuro ayat 7. Sedangkan sudah dipastikan setelah hidup didunia yang fana ini kita akan menemukan kemantian “Kullunafsin Zaaiqotul maut(tiap-tiap diri pasti menemukan mati)’ kita semua menunggu kehidupan yang kekal dan abadi yaitu kita akan bertempat di sorga atau di neraka ?.  Untuk itu marilah kita semua ini mumpung masih diberikan Allah kesehatan dan kesempatan serta Alhamduliiah masih diberikan pikiran yang waras dan sehat mari kita renungkan hidup kita ini kelaknya mau tinggal dimana ?, mau hidup yang bagaimana ? jawabannya…., ada didiri kita dan dapat kita pikirkan (impikan) masing-masing . Up to you, what do you whant ? karena kami sering mendengar  nasehat orang yang bijak  Orang yang cerdas/ pandai adalah orang yang selalu memikirkan /merencanakan kehidupannya setelah dia mati nanti “(tentunya juga dia tidak menyianyiakan kehidupan duniawinya)

               Adapun agama islam yang kita harapkan dapat memenuhi criteria yang sesuai dengan ayat diatas yaitu  agama islam yang murni/ tdak terkontaminasi (mukhlisinalahuddiin) yakni  berdasarkan/ berpedoman pada Al Qur’an and hadist Rosulullah SAW, pengamalannya tidak dicampuri bid’ah, khurofat, syirik dan takhoyyul dan niat pengamalannya semata-mata bertujuan mendapatkan keridhoan dari Allah ingin masuk sorganya dan terhindar dari Neraka. (Walaupun kita bangga telah berada dalam agama islam tapi jika tidak terpenuhi criterianya yaa… kualitas keislaman kita….?  Wallaahua’lam)

        Sedangkan praktek pengamalan agama islam itu yaitu harus berpedoman dengan Al Qur’an dan Al hadits ( yaitu semua ucapan Rosul, perbuatan Rosul, pengakuan Rosul terhadap perbuatan dan tingkah laku para sahabat bahkan termasuk angan-angan/cita-cita nabi) karena didalam kedua pedoman agama tersebut telah dimuat ketentuan-ketentuan Allah, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah-larangan, halal- haram, haq dan bathil, pahala- dosa, sorga dan neraka. Maka jika umat islam yang beribadah pada Allah yang berpedoman pada  Al Quran dan hadist pasti dijamin  benarnya, pasti sahnya, pasti diterimanya dan pasti surganya. Hal ini  tentunya berdasarka firman Allah dan sabda Rosulullah SAW antara lain sebagai berikut:

1. Dan sesungguhnya ini Al Qur’an adalah jalanku Allah yang benar/lurus maka mengikutila kalian    pada Al Qur’an  ( Q al An’am 153 )

2. Maka berpegang teguhlah dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu    Muhammad sesungguhnya engkau (Muhammad) diatas jalan yang lurus (Q Al Zuhruf 43)

3. Maka sesungguhnya ini Al qur’an ujungnya yang satu ditangan Allah dan ujungnya yang lain ditangan kalian, maka berpegang teguhlah pada Al Qur’an. Maka sesungguhnya kalian tidak akan rusak/ sesat selamanya (pasti selamatnya) dan tidak akan sesat (pasti benarnya )setelah berpegang teguh pada Al qur’an (Hadist rowahu Thobrani)

 4. Dan apa-apa(peraturan-peraturan) yang Rosul datangkan pada kalian maka ambillah dan sebaliknya apa-apa yang telah melarang Rosul pada kalian maka tinggalkanlah/berhentilah  (Q. Al hasyar 7)

 5  Barang siapa yang tho’at kepada Rosulnya maka sungguh dia tho’at pada Allah dan barang siapa yang berpaling dari Rosulnya maka Allah tidaklah mengutusmu sebagai pemelihara mereka (Q. Annisa 80)

 6.  Aku nabi telah meninggalkan di kalangan kalian dua perkara yang mana tidak akan sesat (pasti benarnya) selama berpegang teguh pada keduanya yaitu kitabnya Allah(Qur’an) dan sunnah nabiNya (Al hadits)

 7. Hukum-hukum Allah(ketentuan-ketentuan dari Allah,barang  siapa yang tho’at Allah dan RosulNya ,maka Allah akan memasukkan orang tersebut kedalam sorga yang mengalir dibawahnya sorga beberapa sungai ,demikianlah sebagai kemenangan/balasan yang besar. Dan sebaliknya barang siapa yang menentang/mendurhakai Allah dan RosulNya dan melanggar ketentuan/hukum-hukumNya niscaya akan dimasukkan dalam neraka dan kekal dia orang didaalam neraka, dan baginya orang azab yang menghinakan (Q. Annisa 13-14).

Dan ayat-ayat lain serta hadits yang senada dengan itu untuk mempertegas keharusan kita sebagai umat islam untuk memahami dan memperaktekkannya sebagai pedoman hidup kita dalam kehidupan yang fana ini untuk mempersiapkan kehidupan kita yang kekal dikemudian hari masih banyak lagi tapi disini kita hanya sampaikan beberapa saja.

 

   Nah untuk itu guna memahami dan mengenali pedoman/ dasar kita sebagai umat islam nabi bersabda  tholabul ilmi fariydhotun ‘ala kulli muslim yang maksudnya  Mencari ilmu itu kewajiban bagi tiap-tiap orang islam (Hadits riwyat Annasa’i). Adapun ilmu yang utama yang harus dituntut/dicari adalah  3 macam yaitu berdasarkan hadits riwayat Abu Daud  Ilmu yang wajib dituntut/dikaji ada tiga, adapun selainnya tiga itu merupakan kelebihan(sebagai manusia yang diberikan Allah sebagai mahkluk yang sempurna -red)  1. Ayat yang muhkamat (Al Qur’an)  2. Sunnah yang tegak ( Al Hadits)  3. Ilmu pembagian waris yang adil ( Faro’id)”             ( sedangkan ilmu faro’id sudah ada dalam Qur’an dan hadts nabi)

           Jadi untuk menjadikan Qur’an benar-benar sebagai pedoman atau sebagai petunjuk bagi orang yang bertaqwa yang tidak diragukan lagi ( Al Baqoroh 2) maka beberapa ayat Qur’an dan hadits-hadits  diatas merupakan sandarannya,  sedangkan mengkaji Al Qur’an itu tidak hanya sekedar membaca saja( wlaupun tetap dapat pahala) tapi harus difahami makna serta keterangannya,  karena Al Qur’an itu diturunkan dalam bahasa arab jadi harus kita pelajari artinya atau maknanya tentunya dengan belajar dari guru dan dari guru sampai pada Rosulullah dan Rosululla menerima dari Malaikat ataupun langsung dari Allah.  Belajar atau mengaji seperti itu biasanya kita kenal secara sorogan/ manqul, musnad dan muttashil. Manqul  yaitu mengkaji Al Qur’an dan Hadits  dengan cara berguru/ pemindahan ilmu dari guru kepada murid, sedangkan yang dimaksud musnad/Isnad dan muttashil yaitu ilmu itu harus kita dapatkan harus ada sandarannya yaitu kepada guru dengan secara sambung bersambung sampai kepada Rosulullah, sebagaimana sabda Rosulullah SAW ” Kalian mendengarkanlah ilmu dan ilmu didengarkan dari kalian dan ilmu didengarkan dari orang yang mendengarkan ilmu dari kalian” (Hadits Rowahu Abu Daud).  Dari hadits diatas dapat kita pahami bahwa untuk mendapatkan ilmu harus ber  isnad dan muttashil seperti yang disampaikan oleh seorang ulama bernama  Abdullah bin Mubarok dalam mukadimah Hadits Muslim  “  Isnad itu bagian dari agama dan seandainya tidak ada isnad, maka niscaya seseorang akan berkata apa yang dia kehendaki “  (Mukadimah Hadits Muslim ).  Dengan mengaji  Al Qur’an dan Al Hadits secara manqul, musnad dan muttashil,  maka Allah akan memmberikan pertolongan, yoni, kefahaman-kefahaman dan kemudahan-kemudahan didalam mengamalkan Al Qur’an dan Al Hadits.  Sebaliknya  mempelajari Al Qur’an dan Hadits dengan ro’yi hukumnya salah dan harom  hal ini berdasarkan hadits Rosulullah SAW  “  Barang siapa yang berkata di dalam kitabNya Allah Azza wajallah ( lafadz maupun maknanya) dengan ro’yinya( perkiraannya /pikirrannya sendiri) maka jika dia benar maka  dihukumi /ditetapkan salah “( walaupun dicocoki dengan ilmu manqul sama/benar )( Hadits Rowahu Abu Daud). Dan dari Hadits yang lain riwayat AT Tirmidzi“ Barang siapa berkata di dalam kitabnya ALLAH/Al Qur’an dengan tampa ilmu ( dengan ro’yi )maka hendaknya dia bertempat pada tempat duduknya di neraka

          Al Qur’an dan Al Hadits adalah pedoman  pokok bagi umat islam yang mengandung aturan yang harus dikerjakan oleh umat islam, maka dalam mengkaji/mempelajari harus disertai dengan penuh perhatian, penuh konsentrasi dan penuh kesungguhan dengan demikian kita dapat betul-betul bisa memahami apa-apa yang terkandung didalamnya dan bisa mengamalkanya. Misalnya perhatikan surat Al A’rof 204 “  Dan ketika  Al Qur’an dibacaka maka dengarkanlah dan perhatikanlah agar kamu sekalian diberikan rohmat “ .  Dan dengan          kita mempelajari  Al Qur’an dan Al Hadits dengan benar dan tertib maka dipastikan insya Allah Keimanan kita akan semakin meningkat semakin kuat dan kita yakini sampai pol ajal mati kita masing-masing maka jadilah kita betul-betul orang iman dan bertaqwa , seperti disebutkan pada ayat Qur’an    “ Sesungguhnya yang dikatakan orang –orang iman yang sempurna adalah orang-orang yang ketika disebut nama Allah maka bergetar hati  mereka  dan ketika dibacakan atas mereka ayat-ayatnya Allah maka semakin bertambah iman mereka dan kepada Allah lah mereka berserah diri mereka/ bertawakal mereka ( Al Qur’an Al Anfal 2 )

          Selanjutnya sembari kita mempelajari Al Qur’an dan Al Hadits dan tentunya langsung mengamalkan ilmu- ilmu yang kita dapatkan semampu kita(sakpol kemampuannya) masing-masing sesuai dengan kefahaman yang ada dengan kita sesuai dengan qodar hidayah yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing diri kita tentunya. Karena tidak mamfa’at suatu ilmu jika tidak diamalkan atau istila populernya Tiada arti suatu teori jika tidak ada actionnya atau lebih jelasnya dalam Al Qur’an “ Adapun surga itu diwariskan kepada orang-orang yang disebabkan pengamalannya kalian. (Q Al Zuhruf 72 ) dan juga Kalian tidaklah akan dibalas(mendapat pahala) kecuali sebab apa-apa yang mengamalkan kalian “ (Q Annamal 90 ).dan juga sabda Rosulullah yang di Riwayatkan oleh Bukhori  “Allah akan memasukkan kepada seseorang itu kedalam Sorga karena pengamalanya”

            Selanjutnya dalam mengamalkan dan mempraktekkan ilmu Qur’an Dan Al Hadits yang kita jelaskan diatas harus betul-betul  kita kerjakan dengan niat ikhlas lillaahita’ala ( mukhlisinalahuddiin), dengan niat murni karena Allah tanpa ada harapan penghargaan ,pujian dari siapapun kecuali hanya semata-mata mengharapkan Ridho Allah dan mengharapkan Sorganya Allah agar terhindar dari AzabNya Allah/ NerakaNya Allah. Disamping itu dalam pengamalan Qur’an dan Al Hadits diamalkan dengan niat murni dan ikhlas karena Allah pengamalan kita dalam kesehariannya juga tidak boleh dcampuri denga Bid’ah, khurofat, syirik dan takhayyul.  Bis’ah adalah semua perbuatan yang diada-adakan, yang menyerupai syari’at agama dengan tujuan mengepolkan ibadah kepada Allah yang tidak ada dasar hukum berdasarkan Qur’qn dan Al Hadits yang menganjurkannya/memperbolehkan Al hadits riwayat Annasa’I “ Sejele-jeleknya perkara(agama) adalah barunya perkara dan semua perkara yang baru(dalam agama) adalah bid’ah dan semua bid’ah itu sesat dan semua yang sesat itu akan masuk kedalam neraka ”  kemudian juga Al Hadits yang diriwayatkan Buchori “ Barang siapa yang memperbarui didalam perkara agama Ku(islam) yang ini dengan sesuatu yang tidak ada didalam perkara agama(tidak ada contoh/perintah didalam Qur’an dan Hadits) maka amalan orang tersebut sesat atau ditolak. Dan juga dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah “Allah tidak akan menerima amalannya seseorang yang mengerjakan bid’ah (disertai amalan bid’ah) sehingga ia meninggalkan bid’ah tersebut”.  Demikian juga untuk memantapkan pemahaman kita dengan kondisi keberagamaan kita saat ini sebenarnya telah diprediksi oleh Rosulullah SAW jau sebelum belia wafat antara lain diriwayatka oleh sunnan Abu Daud yaitu “ Sesungguh barang siapa yang hidup setelahku (Nabi) maka dia akan melihat perselisihan yang banyak, maka menetapilah kalian pada sunnahku dan sunnahnya para kholifaa’ur roosyiddin yang mendapat petunjuk lagi benar, berpegang teguhlah pada sunnah-sunnah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham(pegang teguh yang kuat)” maksud hadits diatas disamping suritauladan yang boleh dicontoh itu dari Rosulullah boleh juga dari para sahabt nabi yaitu para kholifaa’urrosyidin(Abu Bakar, Umar bin Khottob, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib ) dan juga sunnahnya para imam yang adil, yang selalu memperkuat dalil-dalil yang ada dalam Qur’an dan Hadits nabi, seperti yang disebutkan dalam firman Allah  “Wahai orang-orang yang beriman tho’atilah kalian pada Allah tho’atilah kalian pada Rosul dan orang-orang yang mengatur perkara agama kalian (peminpin=imam) Q Annisa 59. Juga dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yaitu “ Barang siapa yang tho’at padaKu(nabi) maka sungguh dia tho’at pada Allah dan barang siapa yang menentang padaKu(Nabi)maka sungguh dia menentang pada Allah dan barang siapa yang Tho’at pada amir/pemimpin/imam maka sungguh dia tho’at padaKu(nabi) dan barang siapa yang menentang pada amir maka sungguh dia menentang padaKu(nabi). Tetapi ingat untuk ketho’atan kepada pemimpin itu adalah  perintah/anjuran yang benar baik secara hokum maupun adat istiadat nyang berlaku yang telah menjadi sandaran hokum, jika bertentangan dengan hokum apalagi Maksiyat  tidak wajib ditho’ati/dikerjakan. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Buchori  artinya sebagai berikut  “Tidak ada Tho’at didalam perintah yang maksiyat, sesungguhnya kewajiban tho’at pada amir/imam itu dalam hal kebaikan”

Khurofat yaitu cerita-cerita bathal/bathil yaitu cerita-cerita yang dihubungkan dengan kepercayaan dan keyakinan yang tidak ada dasarnya dari Al Qur’an dan Hadits Rosulullah. Sedangkan Syirik adalah menyekutukan/menyamakan Allah dengan makhluq dalam bentuk ucapan,amalan maupun keyakinan. Sementara itu yang dimaksud dengan Takhoyyul  adalah hasil angan-angan manusia manusia yang dijadikan kepercayaan dan keyakinan.

Amalan-amalan yang mengandung unsur-unsur syirik,khurofat dan takhoyyul tidak akan ditema oleh Allah bahkan akan meleburkan/ menhapus amal kebaikan yang telah kita kerjakan dan juga menghambat doa-doa kita untuk dikabulkan sebagaimana firman Allah yang artinya “ Niscaya jika syirik kamu pada Allah maka amalan-amalanmu akan lebur/hapus dan adalah engkau tergolong orang yang merugi “ Q Azzumar 65.  Dan juga Firman Allah yang termuad dalam Surah Al Maidah ayat 72 yang artinya “ Sesungguhnya barang siapa yang berbuat syirik pada Allah maka sungguh-sungguh Allah mengharomkan padanya masuk sorga dan tempatnya orang tersebut adalah di Neraka dan tidak ada bagi orang-orang yang Zholim sebagai penolong “ (diakhirat kelak orang tersebut tidak akan ditolong)

            Demikian sekedar sekapur sirih pengamalan dan informasi bagaimana sebaiknya kita sebagai umat islam untuk mengamalkan dan bertingkah laku untuk menjadikan diri kita sebagai orang islam yang sejati atau umat islam yang mengamalkan ajaran islam yang murni, karena jika ilmu, amal dan ibadah  yang kita peroleh dan kita kerjakan  tidak sesuai dengan yang dianjurkan/ yang ditetapkan Qur’an dan Hadits serta bercampur dengan Bid’ah maka amalan kita akan tertolak/tidak diterima(secara matematika nilainya nol bahkannegatif), berdasarkan ayat-ayat Qur’an serta Hadits-hadits yang telah disampaikan diatas. Demikian juga kalau amalan –amalan yang mengandung unsur syirik takhoyyul maka akan menghapus dan melebur amalan-amalan baik yang pernah kita kerjakan.

            Sebagai saran dan kesimpulan marilah kita meneliti kembali ilmu-ilmu yang kita peroleh selama hidup yang telah kita lalui apakah sudah benar dasar amalan yang telah kita perbuat sebagai hambanya Allah karena tujuan pokok hidup kita didunia ini adalah tempat beramal/pengabdian pada Allah, kemudian dengan sisa umur yang masih ada ini:

1. Mari kita tingkatkan,tertibkan amalan wajib kita, kewajiban menuntut ilmu sampai kita mati, sholat wajib, puasa Romdhon,Zakat/infak shodaqoh dan haji bagi yang telah memenuhi nishob hajinya.

2. Kita persungguh, tingkatkan amalan –amalan sunat sebagai kecintaan kita kepada Allah dan Rosulnya dan juga sebagai penyempurnaan serta penambal kekurang/kelalaian ibadah wajib kita misalnya sholat sunat rowatib, puasa senin kamis,sholat sunat duha dan sebagainya.

3. Kemudian menertibkan dan merutinkan amalan-amalan terrtentu sebagai amalan andalan sebagaipengamalan pribadi khususyang tentunya ada anjuran jelas dari Allah dan Rosulnya bukan sekedar yang senang kita lakukan dan tidakada sumberhukum yang pasti/jelas misalnya zikir-zikir harian yang dirutinkan.

Dan hanya Allah yang memberi karunia kepada kita, kita wajib berdoa dan berusaha hak Allah untuk mengawasi menilai keikhlasan dan kemurnian ibadah dan amalan kita. Semoga Allah member kebarokahan ,kerohmatan dan KeampunanNYA. Dari hadits yang diriwayat kan Imam Muslim Pada hakekatnya manusia itu tidak ada yang pantas untuk masuk sorga tetapi karena Rohmat dan MaghfirohNya/ pengampunan Allah lah manusia itu dapatmasuk sorga. Jadi apapun yang kita ikhtiarkan dalam kehidupan dimuka bumi ini tidak ada lain kecuali mengharapkan ridho Allah , Keampunan Allah serta RohmatNYa… Aamiiiiin. Wassalam,  By Burhanrawas

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s